08 September 2014

Allah Maha Cahaya by Opick

Jauh melangkah meniti waktu berlalu
Jauh berjalan lewati berjuta warna kehidupan
Tanpa sadari dalam cermin wajah ini
Bertambah umurku dalam hidup yang semakin merapuh

Reff :
Allah bukalah hatiku
Bimbing di jalan terangmu
Selamatkanlah jiwa yang gelap dalam cahaya rahmat-Mu
Allah Kau Maha Cahaya
Beri petunjuk sang jiwa
Ampuni diri yang lelah dalam sesat ku melangkah

Menghitung diri tanpa sadar air mata
Menjadi saksi banyak waktu sia-sia
Tanpa sadari dalam cermin wajah ini
Bertambah umurku dalam hidup yang semakin merapuh

Back to : Reff

Jauh melangkah harap hidup tak sia-sia
Jauh berjalan harapkan hidup dapat ampunan


15 Desember 2010

Mega diatas senja

Mega diatas semburat jingga kemerahan. Sebelumnya pelangi tampak diujung garis langit mengiringi rintik hujan yang baru saja berhenti. Pesawat ini baru saja membawa saya meninggalkan daratan, meninggalkan pemandangan dalam benak akan keindahan pantai sore tadi. Memang bukan negeri laskar pelangi yang kabarnya sangat lebih alami. Namun keelokan pantai Paray Tenggiri di Sungai Liat tadi juga cukup membuat hati ini sejuk. Maha Suci Allah yang menciptakan hamparan pasir berpadu laut dan bebatuan. Terik, lelah, hilang oleh haru, kagum.
Tapi kami harus kembali. Dan sejam kemudian sayap pesawat telah berada diata skerlap-kerlip lampu khas metropolitan. Ribuan bahkan jutaan watt berpijar laksana taburan perhiasan dan permata berkilauan dilihat dari ketinggian. Tak lama tampak antrian kendaraan, kota yang tak pernah lengang meski malam menjelang..

Jakarta, i'm coming back.

14 Desember 2010

Past journey to Babel

Bangka, khususnya penduduknya yang beretnis China sedang berbenah mempersiapkan perayaan Ceng Beng atau sembahyang kubur. Lampion merah telah terpasang sepanjang jalan menuju kuburan China yang konon kabarnya terbesar se-Asia Tenggara di kota Pangkal Pinang. Pada momennya nanti yang berlangsung pada tanggal 1 hingga 5 April akan datang warga etnis Thionghoa dari berbagai daerah bahkan hingga dari China, Hongkong dan sekitarnya. Kabarnya pada jaman penjajahan dahulu kala, penjajah mendatangkan warga dari China daratan yang digambarkan berkepala botak namun berambut kepang panjang dibelakangnya untuk bekerja di Bangka sebagai pekerja kasar. namun seiring perkembangan zaman, etnis China kini telah merajai perekonomian diwilayah ini. Maka hampir setiap momen-momen besar etnis China, Bangka ramai dikunjungi karena dianggap sebagai tempat nenek moyang mereka ketika pertama kali tinggal di Indonesia.

Kunjungan kali ini ke Prov. Kepulauan Bangka Belitung, negeri serumpun sebalai, mengajarkan untuk tetap bersatu walau berbeda etnis dan latar belakang, menghormati serta menghargai juga mendulang kesuksesan yang berawal dari suatu perjuangan yang pahit.. Semangat!

10 Desember 2010

Goda Gado Gizi

Jadilah saya menikmati makan siang di Rumah Makan Wong Solo di Kota Makassar. Pagi harinya di Bandara saya sudah menikmati semangkuk coto Makassar untuk mengisi perut agar siap memulai aktivitas Monev ke Dinkes Prop Makassar. Menu yang kami nikmati siang itu adalah ikan, dari mulai baronang, cepa dan kerapu, dan belum lengkap kalau belum mencoba jus poligami (mangga, pepaya dan sirsak.. sepertinya dengan gula merah karena rasa manisnya terasa berbeda).

Lalu obrolan mengalir seputar awal mula kata kwashiorkor. Pak Husaini memberi kami wawasan bahwa kwashiorkor berasal dari bahasa Ghana yang artinya anak kedua. Kondisi anak gizi buruk seperti kwashiorkor umumnya terjadi karena adanya anak kedua. Maka kondisi gizi anak mulai terabaikan. Bahwa sesungguhnya dahulu dan mungkin saat ini pada banyak kasus, keadaan gizi sangat berkaitan erat dengan keluarga berencana (KB).

Beragam pembicaraan pun mengalir mengisi acara makan siang hari itu. Tentang penggagas ASI Eksklusif, seorang yang disaat menjadi moderator suatu acara ilmiah tetap membawa bayinya dan menyusui. Terlepas dari perhatian peserta acara akan beralih pada moderator tersebut namun hal ini menunjukkan komitmen tinggi dirinya untuk memberikan nutrisi yang terbaik, menunaikan kewajiban dan memenuhi hak sang bayi untuk mendapatkan ASI.

Ada juga cerita mengenai alasan dahulu lambang posyandu adalah ibu yang menggandeng anak dengan membawa payung. Hal ini didasarkan falsafah bahwa posyandu bertujuan untuk menjaga anak sehat agar tetap sehat. Oleh karenanya kunjungan dicukupkan satu kali setiap bulan. Sedangkan balita sakit akan lebih rutin dipantau melalui nakes/puskesmas.

Cerita lainnya adalah angka prevalensi anemia di Indonesia masih sangat tinggi, khususnya pada ibu hamil. Sejak dahulu program pemberian tablet tambah darah sudah berjalan, namun belum tentu TTD yang dibawa pulang ibu hamil tersebut dikonsumsi setiap hari. Padahal dengan konsumsi tablet tambah darah dan asam folat bagi ibu hamil banyak sekali manfaatnya, akan mencegah 3 dari 4 penyebab tersering kematian ibu : perdarahan, persalinan lama dan infeksi paska salin, sedangkan penyebab lainnya adalah hipertensi pada kehamilan dan penyakit lainnya.

Akhirnya waktu telah menunjukkan hampir pukul setengah dua WITA, kami semua harus segera melanjutkan tugas memantau pendistribusian MP-ASI, Pak Husaini memantau kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui proyek NICE (Nutrition Improvement Through Community Empowerment) serta memetik semua hikmah dari perjalanan dinas kali ini..


15 Maret 2010

blog lagi

Mulai blog lagi.. dah lama banget vakumnya. Energi seperti terserap habis untuk rutinitas sehari-hari dan semangat menulis menjadi menurun. Mengikuti arah perjalanan hidup yang kian berwarna. Semoga dalam setiap kesempatan bisa berbenah lagi.. memulai lagi dan semangat lagi.. Bismillah..

13 April 2009

..akhirnya..

Akhirnya, pangeran berhati putih itu datang. Menghampiri ia yang memang telah menunggu sekian lama. Dengan kebersahajaan yang diidamkan. Dengan segenap keistimewaan hanya baginya. Dan semua mimpi kelak kan jadi kenyataan.
Ya Tuhan, izinkanlah mereka kelak terbang bersama-sama. Lindungi dan berkahi perjalanan menuju genapnya setengah dien. Amin.

05 Maret 2009

i luv tte

Seorang teman juga sahabat saya mau datang ke Ternate, Maluku Utara. Sayangnya, saya sudah ada di pulau Jawa lagi. Jika setahun lalu ia datang mungkin saya masih di Maluku Utara. Lalu saya dengan senang hati menyambutnya dan mengajak keliling Ternate..hehe.

Saya dan sahabat saya memang terkadang masih kontak saat saya masih di Maluku Utara, ia menanyakan kondisi saya, memperhatikan usia kehamilan saya, berbagi kisah lika-liku kehidupan pasca lulus kuliah. Saya langsung PTT, sedangkan ia pernah meminta saran saya ketika harus memilih antara ikut seleksi PNS dilingkungan pendidikan ataukah mengambil jalur kuliah spesialis. Antara menjadi akademisi ataukah klinisi. Saya hanya menyarankan untuk mencoba setiap kesempatan yang hadir dalam kehidupan. Pun ketika kesempatan menjadi akademisi datang lebih dulu. Dan kini akhirnya ia menjadi dosen sekaligus staf bagian Parasitologi, ilmu yang mempelajari parasit. Dan kepergiannya ke Ternate juga kabupaten Halmahera Selatan adalah dalam rangka tugasnya meneliti tentang malaria, suatu penyakit yang disebabkan parasit Plasmodium.

Mendengar kabar sahabat saya akan datang ke ternate saya menjadi teringat suasana ternate. Setidaknya saya jadi ingin menyarankan beberapa hal, seperti… jangan kaget saat sampai dan pesawat akan landing di bandara Sultan Baabulah Ternate, karena pesawat akan mendarat dilandasan yang cukup pendek jadi pemandangan yang terlihat nanti sepertinya masih hamparan laut biru lalu tiba-tiba dalam waktu cukup singkat pesawat mendarat dan tak lama berhenti. Lalu barang-barang juga penumpang akan diangkut dengan bis untuk mencapai bangunan bandara yang tampak agak diatas bukit. Setelah mengambil bagasi, dan akan berangkat ke tengah kota ternate tersedia taksi atau mobil sewaan namun harganya lumayan mahal dan juga jangan kaget karena taksi disana terkadang berjalan seperti di area balapan, karena ternate memang kota yang cukup lengang sehingga jika jalanan terhambat, taksi akan tampak seperti ndut-ndutan..:) Dan oh ya kendaraan umum disini ataukah juga seperti daerah Indonesia timur lainnya biasanya full music.

Rasanya saya ingin pula membawa sahabat saya ke mess tempat tinggal dokter-dokter PTT. Atau mengajaknya pula berkeliling menunjukkan mall, tempat makan, perkantoran, atau tempat rekreasi, dan juga satu hal yang saya sukai dari ternate, yaitu masjid-masjidnya. Di Ternate sama sekali tidak sulit menemukan masjid. Tak tanggung-tanggung masjid yang letaknya kadang saling berdekatan satu sama lain itu bangunannya besar-besar dan indah-indah. Salah satu cita-cita saya sewaktu masih bekerja di Maluku Utara adalah shalat di sebuah masjid yang baru dibangun dikawasan swering kota ternate. Namun sampai saya menyelesaikan tugas PTT disana, masjid tersebut belum juga usai dibangun, hanya kubahnya yang besar berwana hijau tampak megah di tepi laut.

Untuk sahabatku kudoakan semoga perjalanan tugas ke Maluku Utara dan sekitarnya berjalan lancar. Semoga sehat dan senantiasa diberi kemudahan oleh Allah SWT. Selamat menikmati laut, pantai, pulau, kapal, ikan terbang, lumba-lumba, ghuraka, pisang, sagu, kasbi, dhabu-dhabu, popeda.. Semoga juga parasit dan vektornya dapat segera dikendalikan ya bu dosen…
Dalam cerita ini :
ghuraka = minuman wirip wedang jahe
kasbi = singkong
dhabu-dhabu = sambal yang bisa dimakan dengan ikan atau pisang goreng
popeda = makanan terbuat dari sagu lengket seperti lem dimakan dengan kuah ikan
Bandara Sultan Baabulah

25 Februari 2009

..TiTiK bALiK..

Titik balik setiap orang bermacam-macam. Titik balik juga bisa dialami berulang-ulang. Biasanya sebuah titik balik memiliki dampak baik bagi seseorang hingga ia kembali bersemangat, bangkit dari keterpurukan ataupun hilangnya rasa stres dan kejenuhan yang selama ini dialaminya.

Titik balik bisa hadir karena suatu sandungan hingga seseorang menjadi merenung atas rasa sakit yang dideritanya. Titik balik terkadang terjadi dari hal-hal kecil yang kadang diabaikan orang. Titik balik juga dapat dimotivasi oleh mutiara al-Quran, perkataan hikmah, orang bijak ataupun trainer motivasi.

Setiap titik balik semoga memberi pencerahan hingga kesalahan yang sama tidak lagi terulang. Keikhlasan memahami titik balik semoga membawa kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Melalui titik balik pula kerikil-kerikil kehidupan akan semakin mendewasakan. Karena setelah titik balik kita kembali menemukan solusi. Mungkin tidak langsung sekejap semuanya dapat terselesaikan, namun setidaknya melalui titik pandang yang berbeda ataupun sebuah pencerahan akan menjadikan kita lebih kuat untuk melanjutkan perjuangan demi perjuangan dalam hidup.

Karenanya momentum ini.. saat titik balik ini ..semoga hati yang terbolakbalik ini kian menemukan arahnya pada ketaatan dan keikhlasan.

01 Februari 2009

Kurus vs Gemuk vs Sehat

"Gak coba dicek aja ?" tanya mama saya.

"Dicek apa ma ?" tanya saya kaget.

"Apa ada masalah dengan kesehatanmu." kata mama lagi

"Ha, kenapa memang ma?" saya tambah kaget. Apakah saya terlihat sakit ? Soalnya saya sedang merasa sangat sehat. Secara juga meskipun saat ini profesi saya adalah ibu rumah tangga tapi saya juga.. dokter umum geetoo.. hehe

"soalnya kamu kurus.." kata mama

................: 0....................................



Mama bisa aja bikin kaget. Bukannya mama juga yang menikah dengan papa yang bertubuh kurus, maka walhasil saya punya bakat genetik untuk jadi orang kurus.. hehe.

Tapi timbangan saya memang sudah seperti saat saya sedang "heavy duty on coass" dengan jadwal jaga malam, ujian, banyak tugas serta kegiatan bergadang juga pola makan yang kurang teratur. Atau sama juga seperti saat saya hamil rasyid trimester pertama dimana terdapat mual muntah atau penurunan nafsu makan. Dan kondisi saya saat ini yang sedang menyusui tentu kadang mengundang pertanyaan. Bagaimana dengan ASInya? Dan semua pihak menyarankan agar saya makan lebih banyak lagi.

Padahal seperti juga kebanyakan ibu menyusui lainnya, saya juga cepat lapar dan haus. Disamping makan 3 x sehari dengan porsi lebih banyak dari biasanya, saya juga minum susu untuk ibu menyusui. Jika susu tersebut sudah habis, saya kadang minum susu kental manis coklat 2 x sehari. Jika sedang tersedia saya juga minum sirup rasa melon atau coco pandan. Juga minum segelas besar teh manis. Toples kue mama atau mama mertua saya juga makin lama isinya makin berkurang karena diantara waktu makan saya juga ngemil. Jika masih lapar saya membuat mie goreng atau kuah. Dan jika dibuat daftar apa saja yang masuk perut saya tentu akan panjang sekali.

Disisi lain, suami saya sedang ingin menurunkan berat badannya. Padahal rasanya semua ingin selalu kami bagi bersama, termasuk makanan. Jika tersedia 2 makanan, tentu kami akan menikmati masing-masing. Namun jika hanya satu, kami akan berbagi rata, atau saya relakan untuk suami. Mungkin jika rasyid sudah besar nanti jika hanya satu maka makanan itu untuk rasyid. Jika ada 2, dan rasyid mau keduanya juga untuk rasyid, atau jika tidak yang satunya akan kami bagi bersama lagi.

Mungkin suatu saat nanti saya bisa menjadi gemuk. Mungkin setelah melahirkan adik-adik buat rasyid (mau punya anak berapa sii..??). Namun, kurus, sedang ataupun gemuk, yang terpenting diatas itu semua adalah sebuah nikmat yang besar yang diberikan Allah SWT yaitu berupa nikmat kesehatan, bagi saya, suami, rasyid juga keluarga saat ini.

Semoga kami bisa menjaganya.



19 Januari 2009

Acara Favorit..

Si mungil rasyid mulai suka televisi. Padahal umurnya belum 1 tahun. Jadi teringat ulasan tante Nina Armando bahwa sebaiknya bayi tidak menonton televisi mengingat dampaknya yang kurang baik bagi syaraf. Tetapi tidak bisa dipungkiri televisi sering menyala saat rasyid ada didekatnya. Maka rasyid pun mulai tertarik.

Semoga saya bisa menjaga agar rasyid tidak terlalu lama menghadap televisi. Tetapi hal yang menarik perhatian saya adalah apa yang disukai rasyid dari acara televisi. Terkadang rasyid menyukai acara khusus bayi seperti baby vision, namun terkadang ia tidak tertarik. Ia lebih menyukai iklan yang terdapat bayi atau anak kecil sebagai pemerannya, seperti iklan susu, pampers,dan produk untuk bayi lainnya.

Rasyid juga suka iklan dengan lagu-lagu seperti iklan Axis yang mengumpamakan semangat Amir atau Kiara. Terus satu hal lagi rasyid bisa merangsek maju dengan baby walkernya bila melihat azan magrib. Khususnya yang ditayangkan rcti. Matanya serius melihat gambar tata surya, matahari, bumi dan satelit-satelit. Melihat supernova warna merah terang. Lalu kadang tersenyum sendiri. Lucu sekali. Rasyid suka azan magrib entah karena gambar atau suaranya.

Mungkin kalau azan diputar disetiap waktu shalat, rasyid termasuk orang yang paling senang. Mungkinkah acara favorit rasyid berubah seiring perkembangan umurnya ?
Semoga azan senantiasa sesuatu yang kau sukai sepanjang hayatmu, syid…

19 Desember 2008

V K

Jika ini adalah tepi lautan
Yang basah pasirnya pahatkan jejak-jejak ragawi
Maka titian langkah ini tegak tanpa mata angin
Tapi jika pasir pantai ini kerontang oleh matahari
Biduk kehidupan ini berserah pada angin lautan
Tak ada janji bahwa biduk kita
akan berlayar di arus yang tenang
Tak ada janji bahwa badai bakal enggan hampiri kita
Tak ada janji bahwa rembulan akan senantiasa
warnai romantika yang purba
Tak ada janji bahwa bintang-bintang
akan senantiasa genapkan kasih kita
Tapi, inilah saatnya istiqomah pada janji Allah SWT
bahwa Dia akan senantiasa
bersama orang-orang yang teguh
Maka, mari cahayakan biduk kita
dengan lentera yang alit
Cukuplah sinar dari doa orang-orang terkasih
Tak apa,
Mari kita berserah diri dalam pelayaran yang jauh
Bersandar pada janji-Nya
104_2204

16 Desember 2008

MaLaRindu..eh MaLaRiA

.. sebuah cuplikan kisah di Saketa bagian kelima ..
14 November 2007

Hari kedua kepergian pak dokter ke Bacan ternyata puskesmas kedatangan tamu tim supervisi dari dinas kesehatan. Mereka khususnya melakukan supervisi seputar program penanggulangan malaria berupa pemberian kelambu pada ibu hamil dan bayi. Selain puskesmas saketa mereka pula mengunjungi puskesmas dolik yang hanya berjarak sekitar 15 menit dari Saketa bila ditempuh dengan speed melalui jalur laut. Setelah ke Dolik tim kembali ke Saketa untuk melakukan lokakarya mini dengan seluruh petugas Puskesmas Saketa dan berencana untuk menginap sebelum esok hari melanjutkan supervisi ke Gane Timur (Puskesmas Maffa).
Sore ini mereka mengabari bahwa lokakarya mini nanti akan dihadiri pula oleh perwakilan Unicef cabang Ternate sebagai sponsor dinas kesehatan untuk program penanggulangan malaria ini. Akhirnya lokakarya mini singkat seputar malaria dimulai pukul 17.30 sore hari dan selesai saat magrib. Ibu Kerri dari Unicef malam harinya menginap dengan saya dirumah dinas. Makan malam disediakan oleh Kak Indy (kakak dari Kak Lily, perawat gigi puskesmas), maka malam hari hampir semua staf berkumpul dirumah Kak Lily dilanjutkan dengan mengobrol dengan ibu Erna, Kak Ella dan Dawi dari Dinas. Saya lanjut mengobrol dengan ibu Kerri dirumah hingga larut malam dan tertidur pulas, namun pagi-pagi sekali harus segera bersiap karena baik rombongan dinas kesehatan juga ibu Kerri akan segera melanjutkan perjalanan ke Maffa

Akhirnya tim supervisi berangkat dengan mobil sewaan menuju Matuting yang berjarak 2 jam dari Saketa sebelum akhirnya naik motor laut dari Matuting ke Maffa. Perjalanan yang cukup jauh dan mengingat malam hari tadi hujan pun turun cukup deras, bisa diperkirakan jalur darat yang bergelombang karena banyak tanjakan maupun turunan kali ini akan becek serta banyak genangan air. Harus waspada agar ban mobil tidak sampai tertanam dilumpur.
Selamat jalan dan bertugas…
Semoga upaya dinas kesehatan dan Unicef yang mulia dalam menangani malaria ini mendapat berbagai kemudahan dan keberhasilan. Kami pun di puskesmas sebagai kaki tangan meskipun masih jauh dari sempurna dalam merealisasikan program sangat ingin mensukseskan program kelambunisasi ini. Agar malaria yang endemis semakin dapat dikendalikan khususnya di Gane Barat dan umumnya Maluku Utara serta daerah Indonesia Timur lainnya.

>> sAKeTa PuNyA dOkTeR GigI !!

..sebuah cuplikan kisah di Saketa bagian keempat ..
13 November 2007

Hari ini puskesmas Saketa kedatangan tamu. Akhirnya dokter gigi yang sudah lama dijanjikan Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan menginjakkan kakinya di desa tempatnya bertugas ini. Dokter gigi yang masuk PTT lewat jalur pusat ini sebetulnya sudah hampir 2 bulan tiba di Bacan dan bertugas sementara di puskesmas Mandawong, Bacan. Ia masih menunggu pengadaan alat-alat kedokteran gigi terutama kursi praktek yang hingga saat ini belum tiba di puskesmas Saketa. Tapi Faisal akhirnya tiba juga dengan harapan kursi praktek gigi akan menyusul tiba paling lambat bulan depan.

Kami di puskesmas Saketa senang dengan tambahan personil dokter gigi ini. Karena selama ini penanganan kasus kedokteran gigi masih terbatas dan jika tidak sanggup kami atasi akan kami rujuk ke Bacan. Semoga dengan kehadiran Faisal terdapat peningkatan pelayanan yang diberikan puskesmas sekaligus meningkatkan taraf kesehatan gigi masyarakat. Selamat bergabung dan berjuang..

Selamat memasuki dunia tanpa sinyal, dengan listrik yang hanya 12 jam, pasar yang hanya 2 kali seminggu, pilihan makanan yang terbatas, tivi yang hanya satu channel (RCTI saja), dan keterbatasan lainnya. Tapi juga selamat menikmati alam dengan panorama pinggir pantai, kesederhanaan dan aroma kehidupan khas masyarakat pulau… yang perlahan tapi pasti lambat laun membuat nyaman. Insya Allah.

.. Story of Ongky ..

..sebuah cuplikan kisah di Saketa bagian ketiga ..
Senin, 12 November 2007
Binatang apa yang kecil, bulunya lebat warna merah marun terang hobinya lompat-lompat dan jungkir balik ??

Yapp, pagi tadi binatang itu udah nangkring dimenara profile tank belakang rumah dinas sambil makan nasi putih. Penasaran kaann ??

Nama binatang ini ongky… karena memang turunan monkey.. tapi bulunya sudah dicat merah marun sama empunya yaitu Om Saddik yang juga mantri puskesmas dan tinggal di desa Doro. Pagi ini ongky diboyong dari desa Doro ke Saketa untuk dihibahkan pada Pak Dokter. Pak dokter waktu ke Doro beberapa waktu lalu katanya naksir ama ongky yang teramat sangat jinak n gak pernah galak.. wah saya jadi cemburu.. tapi sueerr saya juga jinak dan engga galak loh.. hehe.
Dan akhirnya ongky mulai bersahabat dengan alam Saketa, warganya terutama anak-anak kecil setiap pulang sekolah langsung ngerubunin ongky. Rumah dinas udah jadi ruaaamee banget ama anak-anak. Yah, ongky emang binatang langka di Saketa. Tapi ongky belum punya kandang dan baru akan dibuat. Sampai malam hari pak Dok sempat kepikiran untuk simpan ongky dikamar mandi. Untung ga jadi, maka kamar belakang yang awalnya sama sekali bukan untuk binatang akhirnya direlakan sebentar jadi tempat ongky. Dengan konsekuensi Pak Dok sendiri yang bersihin lohh… hihi.. kan ibu Dok gampang muntah kalo liat yang kotor-kotor hasil buangannya ongky. Duh ongky… kapan yah bisa diajarin pup dan pipis di WC ? Kasian juga pak Dok kalau begini. Habis kalau dibiarkan sendirian dipohon diluar rumah sekarang ini Saketa lagi musim angin dan hujan. Daripada ongky kedinginan dan kebasahan, yang pasti bikin pak Dok ga bakalan tega ngeliatnya.. dan apalagi mikirin Om Saddik yang udah rela banget ngasih ongky ke Pak Dok kan jadi ongky harus dirawat baik-baik.. ya engga?

Well, tapi hari ini Pak Dok pergi ke Bacan (ibukota Halmahera Selatan) buat ngurus pencairan dana puskesmas. Ibu Dok ditinggal berdua ama ongky… duh ! Untung ongky banyak yang suka dan ngasih makanan sampai sore ini. Mungkin nanti malam ongky masuk kamar belakang lagi… tapi please jangan pup banyak-banyak ya ongk… Ok ?
104_4957

Hari yang Mengenyangkan :)

..sebuah cuplikan kisah di Saketa bagian kedua..
Minggu, 11 November 2007

Hari ini makanan yang terhidang banyak sekali. Dimulai hari ini adalah hari pasar di Saketa maka pagi-pagi saya sudah membeli cemilan kue-kue khas pasar Saketa dan menggoreng singkong sekaligus untuk menjamu tamu kontraktor dan perencana pembangunan di Halmahera Selatan, khususnya Gane Barat yang malam tadi menginap di rumah dinas. Kebanyakan orang Maluku tidak seperti kami berdua. Sarapan pagi bagi mereka cukup dengan makan goreng pisang atau singkong (disini disebut kasbi) bisa juga ditambah ikan dan sambal ditambah minum teh manis. Sedangkan saya dan suami masih pula harus makan nasi dan lauk serta sayur. Kue-kue dan goreng pisang atau singkong hanya kami anggap sebagai cemilan.

Hari ini para tamu akan pergi meninjau desa-desa dengan speed Avicenna milik pustu hingga sore, sedangkan saya dan suami hari ini pula diundang makan siang dirumah kepala TU puskesmas. Ia ingin mengajak kami makan makanan khas Maluku yakni popeda (makanan dari tepung sagu bentuknya nyaris seperti lem yang dimakan dengan kuah ikan) beserta ikan bakar, sayur garu (tumis daun dan bunga pepaya), lengkap dengan dhabu-dhabu (sambal) kacang dan popoki mantah (terong). Berawal dari ajakan ibu Ina salah satu staf puskesmas untuk memasak popeda setelah melihat saya melahap makanan khas Maluku Utara itu sewaktu ada acara Lomba Desa dan jamuan makan siang dirumah Camat Gane Barat beberapa hari lalu. Ibu Ina mengajak Ci Ipah (panggilan kami untuk ibu Syarifah, kepala TU Puskesmas) untuk memasak dan akhirnya acara makan dipindahkan dirumah beliau.

Saya yang biasanya tidak terlalu banyak makan, hari itu lumayan kekenyangan. Ditambah makan siang ditutup dengan es buah campur kelapa muda sebagai pencuci mulut (disini disebut manis mulut). Acara selanjutnya adalah bersantai dibagian belakang rumah Ci Ipah yang menghadap kelaut. Mengobrol sambil menikmati angin laut. Saat azan berkumandang sekitar pukul 12.30 WIT suami saya pamit duluan untuk shalat zuhur di masjid. Sedangkan saya dan ibu Ina pamit beberapa saat kemudian.

Sepulang dari rumah Ci Ipah kami masih dibekali es buah dan sore hari hingga malam hari itu saya dan suami sangat kekenyangan sampai tidak ingin makan lagi. Alhamdulillah, hari ini Allah memberi kesempatan untuk menikmati makanan-makanan yang rasanya enak meski belum terlalu akrab dilidah. Dan Allah memberi satu lagi hari yang indah untuk dilewatkan didesa nun jauh di pedalaman Maluku Utara.

.. LoMbA dEsA ..

....sebuah cuplikan kisah di Saketa bagian kesatu...

Kamis, 8 November 2007

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh warga Saketa. Pasalnya sejak saya ditempatkan sebagai dokter PTT di desa ini, isu akan diadakannya lomba desa sudah gencar hingga sekarang hampir 7 bulan berlalu. Saya pun tidak ketinggalan ikut cemas dan gembira mendengar tim penilai lomba 10 program pokok PKK itu akhirnya akan menilai desa Saketa pada hari ini. Cemas mengkhawatirkan sukses tidaknya penilaian nanti, dan gembira karena semenjak beberapa bulan terakhir desa ini semakin giat berbenah diri dan tentunya hari ini merupakan puncak atas segala persiapan sejak jauh-jauh hari tersebut. Desa ini menjadi memiliki jalan dan got yang sangat rapi, ditambah cat pagar yang diseragamkan yaitu hijau muda, ada pot bunga didepan rumah sepanjang jalan utama menuju balai desa dan kami seragam memiliki tempat sampah dari kayu bertuliskan PKK Desa Saketa. Ada gapura besar di dekat pelabuhan yang pembangunannya menghabiskan semalam suntuk dan akhirnya selesai pagi tadi, namun hasilnya rapi, tak tampak dibuat asal-asalan atau tergesa-gesa. Tak terbayang lelahnya orang-orang yang bekerja dibalik layar seperti mereka. Lomba desa kali ini memang telah menjadi hajat bersama desa ini. Semua tampak antusias gotong royong dan ingin sekali memberikan yang terbaik.

Sejak beberapa minggu lalu rapat demi rapat dilakukan dirumah Pak Camat untuk membahas persiapan lomba desa ini. Semua unsur masyarakat, Muspika, ibu-ibu PKK dan dasawisma serta majlis taklim diundang. Lalu saya diberitahu bahwa saya diminta untuk bermain simulasi bersama ibu-ibu PKK dalam lomba nanti sebagai salah satu penilaian pokja II. Dan latihan simulasi semakin gencar dilakukan menjelang hari penilaian. Semua ibu-ibu rata-rata sibuk berpartisipasi dalam lomba ini. Ada anggota dasawisma yang membuat kue berbahan dasar non terigu, membuat anyaman, sapu lidi, membuat minyak kelapa. Ada yang bertugas paduan suara Mars PKK, ada kelompok pengajian yang nanti akan dinilai dalam mengaji dan kegiatan majlis taklimnya, ada yang mempersiapkan kebun percontohan dan rumah sehat, ada ibu-ibu kader PKK yang mempersiapkan posyandu dan mainan edukatif sebagai sarana bina keluarga balita hingga ibu-ibu yang membantu memasak dirumah Camat untuk tamu tim penilai dan undangan yang akan datang hari ini. Kemarin telah dipotong 2 ekor sapi, 1 ekor rusa dan beberapa potong ayam. Sibuk buangget yaa…

Akhirnya pagi ini kami semua telah berkumpul di pelabuhan, lalu tak lama ada orang yang melihat titik putih dikejauhan yang kemungkinan speed yang membawa para tim penilai. Kami langsung bergerak menyusun formasi. Tamu disambut oleh remaja berpakaian khas Maluku dengan membawa karangan bunga yang akan diberikan kepada tamu ini. Lalu Pak Imam Masjid membuka dengan doa dilanjutkan para tamu berjabat tangan dengan Ibu dan Bapak Camat serta Muspika. Lalu tamu disuguhi tarian cakalele didekat pelabuhan sebelum akhirnya diboyong ke rumah Camat untuk dijamu coffee break sebelum acara penilaian dimulai. Di depan rumah camat para tamu kembali disuguhi tarian Caken. Tarian yang dibawakan muda-mudi berpasang-pasangan ini adalah tarian penerima tamu khas Maluku Utara.

Lalu penilaian berlangsung. Lamanya hanya sampai sebelum azan zuhur. Para tim juri telah memiliki nilai bagi desa kami. Tapi apapun hasilnya, warga tampak berbahagia. Akhirnya selesai juga perjuangan ini… eits bukan ding perjuangan yang satu untuk melaju ke perjuangan selanjutnya. Yaitu kabarnya warga Saketa harus melakukan persiapan ulang lomba desa kembali tahun depan.

Hmm… masih disini engga ya???

10 Desember 2008

Pukul 08 lewat 08 menit

Pukul 08 lewat 08 menit. Akhirnya tubuh mungilnya terlahir ke bumi. Ia penyejuk dan cahaya hatiku yang paling tampan. Tak pernah bosan kupandangi wajah dan polahnya. Kini usianya telah menginjak hampir 7 bulan dan kami seakan sulit dipisahkan.


Syukur tak terkira melihat tubuhmu yang selama ini selalu sehat. Berulangkali hati ini cemas karena sewaktu mengandungmu ibunda pernah sakit, pernah pula lalui perjalanan malam hari lintasi laut halmahera dengan speed kecil. Lantas speed menabrak bongkahan kayu hingga speed bergoncang membuat semua penumpang terkaget. Usiamu dalam kandungan saat itu masih 2 atau 3 minggu, bahkan ibunda belum menyadari kehadiranmu.


Lalu ibunda pernah lalui perjalanan mudik lebaran dari Ternate menggunakan kapal laut menuju Manado sebelum akhirnya menuju Jakarta dengan pesawat terbang dari Manado. Saat ditengah laut ombak begitu terasa dan perut bunda serasa diaduk. Usia kandungan ibunda masih sekitar 8 minggu kala itu.


Lalu saat kandungan mulai besar ibunda mulai sering hilang keseimbangan. Sempat beberapa kali terjatuh. Jatuh saat duduk dikursi yang bisa berputar di ruang rawat inap puskesmas. Jatuh saat dikamar mandi sebuah restoran di Labuha, ibukota kabupaten Halmahera Selatan. Ibunda cemas memikirkan kesehatanmu hingga merasa pusing dan berdebar-debar setelah terjatuh. Namun usai diperiksa dengan alat pendeteksi denyut jantung bayi, ternyata irama jantungmu masih normal. Irama terindah yang selalu ingin kudengar. Dan untuk memastikan ibunda memeriksakan diri kerumah sakit Labuha, ternyata hasil USG baik. Ibunda sangat bahagia.


Hari itu, 6 bulan 18 hari setelah kelahiranmu ibunda kembali cemas. Untuk pertama kalinya tubuhmu sakit. Dan setelah 2 hari mulai tampak tanda-tanda perbaikan. Badanmu sudah tidak demam dan batuk berdahak hanya sesekali terdengar. Alhamdulillah ibunda sangat bersyukur karena daya tahan tubuhmu ternyata kuat.


Masih kupandangi wajah rupawan penyejuk mata itu. Semoga ia senantiasa sehat, bahagia juga dalam lindungan Allah SWT selalu.
104_5769

Idul Qurban

Ya Alloh Ya Robbi Ya Rahman Ya Rohim,
anugerahilah kesalehan Nabi Ibrahim,
ketaatan Nabi Ismail,
keikhlasan Siti Hajar,
keberkahan Nabi Muhammad SAW,
kepada keluarga, saudara dan anak-anakku yang taat akan perintah Allah SWT
....
Selamat Hari Raya Iedul Adha 1429 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

10 April 2008

Seperti Apa Rasanyaa??..

Dua buku itu ada pada saya. Sama persis. Entah karena ingin memberikan ketenangan juga dukungan, atau juga bukti perhatian dan kasih sayang mereka pada saya. Satu dari kakak perempuan sulung saya. Satu dari papah saya. Yang dari kakak sengaja dikirimkan lewat paket ke tempat tugas saya diHalmahera Selatan, yang langsung dibaca oleh suami dan saya. Dan satu lagi papah memberikan dengan mata berbinar saat saya pulang kampung ke Bogor.
"Ini ada buku bagus neng." ujar papah gembira.
"Papah beli untuk neng.."lanjutnya lagi.
Lalu aku hanya tersenyum membaca judul dan covernya. Awalnya tidak tega mengatakan pada papah bahwa buku tersebut sudah tamat aku baca karena kakak juga memberikan buku yang sama jauh lebih dulu.

Seperti apa rasanya melahirkan? Pengetahuan juga informasi menguraikan tentang proses melahirkan yang umumnya tidak ditutupi terdapat adanya rasa sakit. Sedangkan buku yang ada pada saya tadi berjudul Melahirkan Tanpa Rasa Sakit dengan Metode Relaksasi HypnoBirthing, karangan Evariny Andriana. Penasaran juga maka saya beserta suami membacanya dan menyetel CD yang disertakan dalam buku tersebut. Isinya tentang relaksasi, dan bagaimana menanamkan keyakinan dalam alam bawah sadar bahwa kita akan mampu melalui kehamilan yang sehat dan persalinan yang lancar dan selamat.

Banyak cerita-cerita, nasihat-nasihat, bagi-bagi pengalaman serta mitos seputar kehamilan dan persalinan. Bagaimanakah agar kita menghadapinya dengan tenang, yakin mampu melewatinya, serta terwujud apa yang kita idamkan yakni bayi juga ibu yang sehat dan selamat ? Hingga kini saya pun masih terus berdoa, berusaha dengan pemeriksaan kehamilan yang rutin dan mengikuti nasihat-nasihat dari dokter, orangtua dan handai taulan. Dan salah satu nasihat yang menenangkan dari ibunda tercinta saya, yaitu :

“Jika memang sudah waktunya Allah takdirkan lahir, insya Allah bayimu pasti lahir.
Dan Allah tidak akan memberikan kesulitan pada seorang wanita diluar batas kemampuannya
atau menjadikan melahirkan begitu beresiko tinggi bagi seorang wanita pada umumnya, kecuali memang telah terdapat penyulit seperti penyakit atau kelainan dalam kehamilannya.
Allah telah mempersiapkan setiap wanita untuk mampu melahirkan."

Dan saya pun mengamininya.

(Doakan ya…)

..L@SkAR PeL@Ngi..

Saya membaca dua buku dari tetralogi Laskar Pelangi saat masih berada di daerah terpencil tak bersinyal karena dipinjami oleh dokter gigi yang baru pulang ke kampong halamannya di Jawa. Sang Pemimpi dan Edensor. Sedangkan Laskar Pelangi sendiri baru saya baca kemudian karena dokter gigi tersebut tidak membawanya, maka baru saat di Jakarta suami saya membelikan buku kesatu tetralogi tersebut. Membacanya memberi kesegaran tersendiri bagi saya karena topiknya yang baru dibanding novel-novel lain serta gaya bahasa memukau yang diuraikan Andrea Hirata. Kini saya menunggu-nunggu (seperti pula penggemar Laskar Pelangi lainnya) kehadiran Maryamah Karpov, tetralogi yang terakhir.

Keadaan seperti dalam novel Andrea yang konon adalah kisah nyata merupakan hal yang kadang luput dari perhatian. Pendidikan di daerah-daerah seringkali disinonimkan sulit berkembang dan kurang mampu bersaing dengan di kota-kota besar. Maka orangtua yang peduli serta mampu seringkali memindahkan pendidikan putra-putrinya ke daerah yang memiliki akses pendidikan lebih maju agar anaknya pun lebih cerdas serta mampu bersaing. Keterbatasan-keterbatasan membelenggu kemajuan pendidikan didaerah, dimulai dari sumberdaya pengajar, fasilitas, sarana maupun prasarana pendidikan. Maka Laskar Pelangi sangat menginspirasi bagaimana sekolah yang hampir rubuh akhirnya malah berprestasi dan diakui meski berbagai keterbatasan fisik menghinggapi. Kemampuan non fisik berupa semangat, perhatian dan budi pekerti yang diajarkan guru dan diterima muridlah yang tidak bertepi. Hingga melekat erat dalam sanubari dan menciptakan daya lejit luar biasa untuk terus belajar dalam semua keterbatasan fisik tadi.

Maka kondisi ini memang yang dirindukan saya, mungkin juga semua pihak. Hingga tak usah ragu untuk menyekolahkan, memilih lokasi domisili yang terdapat sekolah memadai bagi anak-anak kita, atau lebih memilih sekolah negeri maupun swasta. Karena dimanapun ditempa, semoga anak-anak tetap mencintai ‘ilmu’ dan menghormati ‘guru’ sebagai bagian yang tak pernah terpisahkan dari hidupnya.

Oh ya, satu lagi tentang mimpi-mimpi Ikal dan Arai tokoh dalam Sang Pemimpi dan Edensor mengingatkan saya pada seorang sahabat yang juga berani mempunyai mimpi-mimpi besar menjelajah Eropa, bersekolah setinggi-tingginya. Saya mencari berbagai kemiripan Andrea (Ikal) dengan sahabat saya tadi. Ah, dasar yah.. tapi sahabatku, beneran deh kamu mirip Andrea..(atau Ikal ?)